Proposal Usaha Budidaya Tanaman Padi

Posted by Roni Jumat, 15 Februari 2013 0 comments
Belum lama ini kementrian koperasi dan UKM mengadakan kegiatan ajang kompetisi proposal bisnis baik bagi usaha baru maupun usaha yang sudah berjalan. hari ini adalah ahari terakhir untuk pendaftaran langsung ke gedung SME TOWER Jl. gatot subroto, untuk info lengkapnya silahkan Anda lihat di : http://www.spiritgkn.com/index.php

Saya juga ikut mengirimkan proposal bisnis tersebut yaitu prposal tentang budidaya tanaman padi, semoga dari 1000 yang akan terpilih dan mendapatkan modal Rp. 25.000.000 itu adalah saya.
Berikut isi proposal yang saya kirimkan ke Kementrian Koperasi dan KUKM pada kegiatan GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL TAHUN 2013 :




A. Dasar Pemikiran
Berbekal pengalaman saya sendiri selama kurang lebih 3 tahun dalam menekuni budidya tanaman padi di daerah saya di Kabupaten Indramayu tepatnya di Desa Sukawera Kecamatan Kertasemaya, saya bercita-cita untuk memperbesar garapan dalam budidaya padi ini. Saya sebagai seorang putra petani yang pada mulanya enggan untuk terjun ke dunia pertanian khususnya tanaman padi, bahkan saya tidak punya cita-cita untuk menjadi seorang petani. 

Awalnya,  sekitar tahun 2009 saya diberi garapan sawah oleh orang tua seluas ¼ hektar. Pada saat  itu saya sama sekali masih awam dalam bercocok tanaman padi maka hasil panen yang saya peroleh jauh sekali dari harapan. Dengan pengalaman itu, saya mulai banyak belajar, banyak bertanya, mencari referensi dengan membaca buku tentang budidaya tanaman padi, mencari informasi di internet dan bergabung dengan salah satu distributor pupuk organik, juga bergaul dengan para petani yang sudah puluhan tahun bercocok tanaman padi di daerah saya. Dari situlah saya banyak mendapatkan ilmu tentang budidaya tanaman padi.

Setelah saya amati kebiasaan para petani yang ada di daerah saya khususnya di sekitar desa saya bahkan ke beberapa kecamatan tetangga. Pada umumnya para petani di daerah saya dalam mengelola tanaman padinya masih banyak yang jor-joran dalam menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Melihat kondisi yang ada, saya berupaya untuk merubah kebiasaan tersebut dengan memulai dari diri saya sendiri, yaitu dengan melakukan ujicoba budidaya tanaman padi yang ramah lingkungan dan sehat, meskipun belum 100% saya meninggalkan pupuk dan pestisida kimia. Mengingat dari beberapa uji coba yang saya lakukan belum berhasil karena di sekitar tempat sawah yang saya tanami semuanya masih menggunakan kimia sehingga lahan sawah saya jadi sasaran bagi hama, Sementara saya masih belum menemukan cara yang tepat untuk menanggulanginya. Untuk itu saya melakukan dengan pola tanam SEMI ORGANIK.

Saat ini saya sedang melakukan uji coba  untuk memproduksi pupuk organik cair dan pestisda organik sendiri dan sedang di aplikasikan pada sawah saya sendiri dalam sekala kecil. Alhamdulillah uji coba ini mendapatkan hasil yang memuaskan, Namun saya akan terus meningkatkan alikasi ini agar lebih baik lagi. Dan rencananya akan saya aplikasikan pada lahan sawah yang lebih luas lagi, Dan saya punya cita-cita ingin memproduksi pupuk dan pestisida organik cair ini, sehingga masyarakat petani di daerah saya bisa memperoleh manfaat dengan budidaya tanaman padi organik yang lebih sehat,  biaya produksi yang lebih murah dan hasil yang berlimpah di banding cara sebelumnya yang memakan biaya produksi yang lebih tinggi.

B. Maksud dan Tujuan
Saya sebagai seorang putra petani ingin dan berharap besar, yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan petani khususnya diri saya sendiri, dan mengubah citra petani yang seolah-olah petani itu profesi yang rendah, petani itu miskin, petani itu bodoh, petani itu tidak berdaya. Saya ingin  merubah itu semua menjadi yang lebih baik bahwa petani itu profesi yang menjanjikan penghasilan yang tidak kalah dengan dengan manager bahkan direktur sekalipun. 

Untuk mewujudkan semua itu saya berupaya untuk memperluas garapan sawah saya yang saat ini saya sudah mengelola sawah seluas kurang lebih 1 hektar meskipun lahan yang saya kelola masih menyewa.
Saya berharap dengan melalui proposal ini, terpilih sebagai salah satu yang mendapat bantuan modal sebesar 25.000.000 ini sehingga impian saya dapat terwujud.

Ada satu hal lagi yang ingin saya utarakan dalam tujuan usaha saya ini, saya ingin menjadi contoh dalam budidaya tanaman padi secara organik di daerah saya khusunya mengingat kesadaran dalam budidaya organik pada tanaman padi ini masih jarang sekali saya temui di daerah saya ini, hal ini terbukti dari pengalaman saya sendiri ketika pada tahun 2012 yang lalu pernah memasarkan produk pupuk organik cair kepada masyarakat petani di Indramayu. Mereka pada umunya masih keberatan dalam menggunakan pupuk organik dan banyak alasan yang mereka ungkapkan. Namun saya tetap optimis untuk dapat mengembangkan pertanian organik di daerah saya ini. Karena mereka pada umumnya belum melihat atau belum ada yang dijadikan contoh yang berhasil dengan menggunakan pertanian organik ini.

C. Aspek Produksi/Usaha/Teknis
Dalam budidaya tanaman padi ini secara teknis cukup sederhana, hal ini berdasarkan pengalaman saya sendiri dalam menjalankan usaha ini, sederhanaya adalah wwaktu yang flexible, meskipun sederhana namun pada kenyataannya dibutuhkan pengawasan secara intensif  karena setiap musim dan lokasi lahan sawah yang berbeda dibutuhkan perlakuan yang berbeda pula.

Juga dikatakan sederhana karena semuanya sudah tersedia seperti mesin pengolah tanah sudah ada yang menangani, irigasi atau air sudah tersedia, tenaga kerja dari mulai olah tanah sampai panen tersedia dengan mudah. Tinggal pandai-pandai dalam mengontrol waktu mulai dari ketepatan waktu tanam, mengatur pengairan, ketepatan pemupukan, dan tepat mengendalikan hama dan penyakit.

D. Aspek Pasar dan Pemasaran
Sampai saat ini untuk pemasaran padi saya tidak mengalami kesulitan, karena setiap saat tengulak siap untuk membeli hasil panen padi ini  berpapaun banyaknya, khusnya para tengkulak yang punya pabrik penggilingan padi. Dan di daerah saya sangat banyak sekali, permasalahnnya adalah harga beli yang mungkin masih perlu pengendalian oleh pihak pemerintah, yaitu saat panen raya yang harga gabahnya anjlok, untuk mengantisipasi harga yang murah tersebut , saya biasayanya menyimpan gabah tersebut hinga 2 – 3 bulan ke depan yaitu untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi lagi.

E. Aspek Sumber Daya Manusia
Untuk sumber daya manusia sampai saat ini tidak ada maslah yang berarti, semuanya dapat terpenuhi mulai dari pengairan sawah, pengolahan, tenaga untuk tanam, tenaga kerja untuk memupuk dan tenaga kerja untuk penyemprotan.


F. Aspek Keuangan
 
 Modal yang dibutuhkan
a. Biaya Investasi
No
Uraian
Banyaknya
Satuan
Harga
1
Sewa lahan utk 1 tahun
1 Hektar

       17,500,000
2
Alat semprot mesin 20ltr
2
750.000
         1,500,000
3
Tong plastik 50 ltr
5
50.000
            250,000
4
Bambu
10 pohon
5000
               50,000
5
Plastik
100 m
pak
            250,000

Total


       19,550,000

b. Biaya Operasional per 1 Hektar
NO
Uraian Kegiatan
Banyaknya
Harga Sat.
Total harga
Keterangan
1
Benih Padi
25 Kg
         10,000
              250,000
1 bulan sebelum tanam
2
Pembuatan persemaian
2 orang
         30,000
                60,000
20 Hari sebelum tanam
3
Pemupukan+obat untuk benih





Urea
15 kg
2000
                30,000
10 hari setelah semai benih

SP 36
7 kg
2500
                17,500








Regent
1 Kg
18000
                18,000


Pestisida Organik
1 liter

                15,000

4
Biaya olah tanah dgn traktor


              560,000
1 bulan sebelum tanam
5
Biaya Pengairan lahan


          1,400,000

6
Gegaleng /merapikan pematang
Borongan

              280,000
1/2 bulan sebelum tanam
7
Biaya meratakan lahan


              120,000
1 minggu sebelum tanam
8
Penyemprotan herbisida



3 hari sebelum tanam

Tigold
 3 pak
 13000
                39,000


Indamin plus
 3 pak
 8500
                25,500


Tenaga kerja


                30,000

9
Biaya tanam/tandur
Borongan

              560,000
Hari H
10
Pemupukan Pertama



7 -10 hari setelah tanam

Urea
100 kg
           1,800
              180,000


SP 36
100 kg
           2,200
              220,000


Alpadine
7 kg
         11,000
                77,000


Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

11
Pemprotan Pupuk Organik
3.5 liter
 10,000
                35,000
15 hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 orang
         30,000
                60,000

12
Penyemprotan pestisida organik
3.5 liter
 10,000
                30,000
20 hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

13
Pemupukan Kedua



25 - 30 Hari setelah tanam

Urea
50 kg
 1800
                90,000
 Per ½ kwintal

Phonska
100 kg
 2300
              230,000
 Per kwintal

Regent
7kg
         18,000
              126,000


Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000







14
Penyemprotan pestisida organik
3.5 liter
 10,000
                30,000
35 Hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

15
Penyemprotan Pupuk  organik
3.5 liter

                30,000
40-45 Hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

16
Penyemprotan pestisida organik
3.5 liter

                30,000
50 hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

17
Penyemprotan Pupuk  organik
3.5 liter

                30,000
55-60 Hari setelah tanam

Tenaga kerja
2 Orang
         30,000
                60,000

18
Biaya tak terduga


              500,000
Antisipasi Pengendalian hama dan penyakit

TOTAL BIAYA OPERASIONAL /Musim Tanam


     5,493,000
 Biaya operasional permusim tanam

Mengingat untuk sewa lahan sawah di tempat saya pada umumnya adalah tahunan maka kebutuhan modal seluruhnya untuk satu tahun adalah sebagai berikut :
·         Biaya investasi sebesar                                                =  Rp. 19.550.000,-
·         Biaya operasional sebesar Rp. 5.493.000,- x 2           =  Rp. 10.986.000,-
·         Total modal yang dibutuhakan                               =  Rp. 30.536.000,-

C. Keuntungan
No
Uraian
Estimasi Hasil
Total
1
Panen untuk 1 hektar per musim
10.5 ton x 2 musim
21 ton
2
Kurangi biaya buruh panen 1/6
8.75 ton x 2 musim
17.5 ton
3
Asumsi kehilangan 10%
8.65 ton x 2 musim
17.3 ton
4
Harga jual saat panen 
 Rp. 3,500,000 x 17.3
 Rp. 60.550,000
5
Biaya Operasional
 Rp. 5,493,000 x 2 musim
     Rp. 10,986,000
6
Sisa  hasil usaha tanam padi
 2 kali musim tanam
     Rp. 49.564,000
7
Penghasilan per bulan dibagi 12 bln
  2 kali musim tanam
       Rp. 4,130,333




 Demikian isi proposal yang saya kirim ke email : spiritgkn@yahoo.com, spiritgkn@gmail.com dan juga redaksi@spiritgkn.com.
Apabila ada yang mengoreksi saya sangat berterima kasih sekali.

SALAM SUKSES PETANI INDONESIA...................
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Proposal Usaha Budidaya Tanaman Padi
Ditulis oleh Roni
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://pertanianorganik0.blogspot.com/2013/02/proposal-usaha-budidaya-tanaman-padi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Poskan Komentar